PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Rencana pembangunan rumah sakit jantung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah memilih menunggu ketersediaan anggaran dan tidak menggunakan dana pinjaman untuk membiayai pembangunan tersebut.
Gubernur Babel Hidayat Arsani mengatakan pembangunan rumah sakit jantung tetap menjadi rencana yang ingin diwujudkan.
Namun, pelaksanaannya akan dilakukan setelah anggaran yang dibutuhkan tersedia.
“Itu rumah sakit jantung ketua dewan belum tentu setuju. Jangan pakai duit bank. Nunggu duit timah dulu kata ketua,” kata Hidayat usai Rapat Paripurna Penyampaian Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dan Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 di Ruang Paripurna DPRD Babel, Senin (31/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya juga menyebut pihaknya masih mengejar uang royalti sekitar Rp1,7 triliun.
Hidayat pun menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan sumber anggaran yang diperlukan.
“Yang lagi 1,7 triliun tuh lagi kejar,” kata Didit.
Hidayat memastikan pembangunan rumah sakit jantung tetap akan dilaksanakan apabila anggaran telah tersedia.
Ia menegaskan pembangunan tersebut tidak akan dipaksakan dengan menggunakan dana pinjaman.
“Enggak ada katanya bangun rumah sakit pakai uang ini. Pokoknya uang ada, kita bangun,” tegasnya.













