banner 728x90

AS Nelayan Pangkalpinang Nyambi Jadi Kurir 16,4 Kg Sabu Gara-gara Terlilit Utang, Segini Upahnya

Avatar
Polda Babel ungkap alasan AS nelayan Pangkalpinang jadi kurir sabu. Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Terungkap alasan A alias AS, terjerat jaringan narkoba internasional.

Nelayan asal Pangkalpinang mengaku terlilit utang, sehingga tergoda menerima tawaran sebagai kurir narkotika.

Pilihan terlibat jaringan peredaran narkoba oleh seseorang menggunakan nomor telepon Malaysia, membuatnya berurusan dengan polisi.

A bahkan disebut telah dua kali menjemput narkotika ke luar wilayah Bangka.

Dalam setiap kilogram barang yang berhasil diedarkan, ia dijanjikan upah Rp7,5 juta.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Kombes Pol Ronald C Sipayung mengatakan, keterlibatan A terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Dari hasil pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), A mengaku memiliki persoalan ekonomi dan terlilit utang.

Kondisi tersebut kemudian diceritakannya kepada sejumlah teman.

“Yang bersangkutan ini memiliki masalah ekonomi, memiliki utang. Kemudian dia cerita ke teman-temannya,” kata Ronald dalam konferensi pers di Gedung Tribrata Polda Babel, Kamis (27/8/2026).

Dari situlah A kemudian mendapat tawaran pekerjaan untuk menjemput dan membawa narkotika ke Bangka.

Orang yang memberikan tawaran tersebut menghubunginya menggunakan nomor telepon dengan kode Malaysia, yakni +60.

Ronald menyebut pengendali tersebut merupakan seorang laki-laki.

Tersangka kemudian menjalankan tugas tersebut sebanyak dua kali.

Pengambilan pertama dilakukan pada 21 Agustus 2026.

Saat itu, A menjemput sekitar 1 kilogram sabu.

Namun, tidak seluruh barang tersebut berhasil diedarkan.

Sebanyak 350 gram telah terjual, sementara 650 gram lainnya masih disimpan di rumah tersangka.

“Sehingga tersangka ini sudah dua kali menjemput narkotika ini. Yang pertama di tanggal 21, itu yang tadi disampaikan Bapak Kapolda 1 kilo. Yang sudah terjual itu 350 gram, 650 belum terjual masih berada di rumah tersangka,” jelas Ronald.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses