BANGKA, JURNALINDONESIA.CO — Industri pertimahan di Kepulauan Bangka Belitung terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi penambangan modern.
Hal ini terlihat dari operasional tambang timah darat terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Mitra Stania Prima (MSP) di Site Mapur, Kabupaten Bangka.
MSP memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 233,5 hektare dan melakukan penambangan sejak 2013.
Komisaris PT MSP Harwendro Adityo Dewanto membagikan pengalamannya saat mengunjungi site Mapur.
Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) ini menunjukkan proses pengolahan timah telah menerapkan sistem penambangan terintegrasi dan transparan, mulai dari tahap awal hingga pemrosesan akhir.
“Selamat datang di Mapur, tambang timah darat terbesar di Indonesia,” ungkap Harwendro.
Perjalanan eksplorasi dimulai langsung dari area PIT (lokasi penambangan aktif).
Di tempat ini, bijih timah hasil galian dikumpulkan sebelum dialirkan menuju area pencucian (washing plant) untuk diproses menjadi konsentrat timah berkualitas tinggi.













