PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tak hanya menyoroti persoalan tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
Dia menyebut praktik penyelundupan yang masih menjadi persoalan serius dalam penerimaan keuangan negara.
Ia secara khusus meminta Menteri Keuangan melakukan penertiban terhadap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memperketat pengawasan di wilayah yang rawan menjadi jalur penyelundupan.
“Saya juga minta usut Bea Cukai juga. Tugasmu menjaga itu penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ?” tegasnya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menilai pengawasan terhadap aktivitas ilegal dan penyelundupan merupakan bagian penting dalam menjaga kepentingan negara.
Serta memastikan penerimaan negara tidak terus mengalami kebocoran.













