BELITUNG TIMUR, JURNALINDONESIA.CO — Aksi unjuk rasa ribuan penambang timah di Belitung Timur berujung ricuh hingga memicu kebakaran di Kantor Pengawasan Tambang (Wastam) PT Timah Tbk, Jumat (7/8/2026).
Menanggapi eskalasi tersebut, personel TNI dari Yonif TP 845/Ksatria Satam dan Kodim 0414/Belitung diterjunkan untuk memperketat pengamanan objek vital nasional.
Aksi massa ini dipicu oleh belum terbitnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur.
Kendala administrasi tersebut menghentikan penyerapan bijih timah dari masyarakat melalui CV mitra resmi, yang berimbas pada tertundanya pembayaran imbal jasa para penambang.













