banner 728x90

Ramai Penolakan LGBT di Babel, Menteri Wihaji Komentari Kesehatan Mental Remaja

Avatar
Menteri Wihaji tanggapi soal penolakan LGBT di medsos, Kamis (6/8/2026). Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Ramainya unggahan penolakan terhadap lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di media sosial masyarakat Bangka Belitung turut mendapat tanggapan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji.

Menurutnya, pemerintah mengedepankan edukasi kepada remaja melalui penguatan kesehatan mental serta pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pernyataan itu disampaikan Wihaji saat menjawab pertanyaan awak media mengenai ramainya isu LGBT yang menjadi perhatian masyarakat di Bangka Belitung usai agenda kunjungan kerjanya, Kamis (6/8/2026).

Menurut Wihaji, salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah kesehatan mental remaja.

1Ia menyebut sekitar 34,9 persen anak mengalami gangguan kesehatan mental sehingga memerlukan perhatian dan edukasi secara berkelanjutan.

“Salah satu problem remaja kita namanya kesehatan mental. 34,9 persen anak kita mengalami gangguan kesehatan mental,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam menjalankan Peraturan Presiden mengenai ruang ramah anak.

“Karena itu saya kerja sama dengan Komdigi, kerja sama dengan PPA, kerja sama dengan Dikdasmen, kerja sama dengan Kemenag di bawah komando Kemenko PMK sedang melaksanakan Perpres yang berkenaan dengan ruang ramah anak,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses