banner 728x90

Menteri Wihaji Tinjau SPPG Pangkalbalam, Beberkan Soal MBG Ibu Hamil dan Menyusui 

Avatar
Menteri Wihaji kunjungi SPPG di Pangkalbalam, Kamis (6/8/2026). Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan sesuai standar usai mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalbalam, Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungan kerja hari keduanya, Wihaji didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna.

Ia meninjau langsung kondisi dapur SPPG, proses pengolahan makanan, kebersihan dan sanitasi, serta memastikan kelayakan menu dan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Wihaji mengatakan, kunjungannya merupakan bagian dari pelaksanaan kewenangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47 yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan MBG khusus kelompok 3B.

“Hari ini saya kunjungan hari kedua ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sesuai dengan kewenangan kami di Perpres 115 Pasal 47 yang berkenaan dengan MBG khusus 3B,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Program MBG secara nasional telah menjangkau lebih dari 9,6 juta penerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.852 penerima manfaat merupakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di SPPG Pangkalbalam yang dikunjunginya, Wihaji menyebut satuan pelayanan tersebut melayani 2.298 penerima manfaat, termasuk 498 penerima manfaat MBG khusus 3B.

Menurutnya, pengecekan langsung ke lapangan merupakan arahan Presiden agar pelaksanaan program dapat dipastikan berjalan sesuai standar.

“Yang diminta Bapak Presiden jangan banyak diskusi, jangan banyak lokakarya. Turun ke lapangan, cek. Kalau ada masalah segera diselesaikan. Kemudian tepat tidak penerima manfaatnya, seperti apa asupan gizinya. Setelah kita cek, Alhamdulillah standarnya bagus, protapnya dilaksanakan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses