PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Pemprov Babel akan membangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke, dengan anggaran sekitar Rp293 miliar.
Uang sebanyak itu digunakan untuk pembangunan fisik gedung rumah sakit, jasa konsultasi, pengawasan dan pengelolaan, serta kajian lingkungan.
Namun, pemprov tak memiliki dana sebanyak itu, sehingga akan berutang Rp293,3 miliar ke Bank Sumsel Babel.
Untuk itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani meminta DPRD Bangka Belitung membahas rencana pinjaman daerah melalui surat tertanggal 10 Juli 2026.
Disebutkan, jangka waktu pinjaman selama tiga tahun, dari 2027 sampai 2029.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menegaskan proyek ini merupakan langkah mendesak untuk mempercepat penanganan medis dan menyelamatkan nyawa masyarakat dari dua penyakit pembunuh utama di Babel.
“Kita tidak ingin ada warga Bangka Belitung yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena akses rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas belum memadai. Rumah sakit ini adalah investasi untuk menyelamatkan nyawa masyarakat,” ujar Hidayat Arsani.
Selama ini, rujukan pasien jantung dan stroke bertumpu pada RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno.
Namun, jarak tempuh yang jauh serta keterbatasan ruang seperti Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU) di rumah sakit tersebut kerap menyulitkan penanganan pasien gawat darurat yang mengejar waktu kritis (golden period).
Belum Prioritas
Anggota Komisi I DPRD Babel, Muhtar Motong, menilai proyek tersebut belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.
Muhtar mengungkapkan, RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno sebenarnya sudah memiliki layanan jantung, termasuk fasilitas kateterisasi dan pemasangan ring.













