BANGKA, JURNALINDONESIA.CO – Belum reda duka atas tewasnya Radit (36), penambang timah yang diterkam buaya di Sungai Kerekai, aktivitas tambang tanpa izin diduga kembali beroperasi di lokasi musibah tersebut.
Kawasan perbatasan Desa Baturusa dan Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ini padahal dikenal sebagai habitat rawan buaya.
Aktivitas tambang yang kembali marak memicu sorotan terkait pengawasan dari aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, puluhan ponton penambang tetap nekat beroperasi.
”Baru dua hari pawang mencoba menangkap buaya, malam kedua sudah banyak ponton masuk lagi ke sungai. Bagaimana pawang bisa fokus kalau aktivitas tambang tetap berjalan,” ujar seorang sumber warga lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (31/7/2026).













