PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) memproyeksikan harga timah dunia berada di kisaran US$42.000 hingga US$57.000 per ton pada tahun 2026.
Ketua Umum AETI, Harwendro Adityo Dewanto, menyatakan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan global yang tidak seimbang dengan pasokan dunia.
Sebagai eksportir timah terbesar sekaligus produsen terbesar kedua di dunia, Indonesia berada di posisi yang sangat strategis.
“Mari kita bangun industri yang layak dibanggakan,” tegas Harwendro.
Faktor Pendorong Lonjakan Timah Global
Booming Industri Semikonduktor & AI: Pasar semikonduktor global diproyeksikan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai menembus US$975 miliar pada 2026.
Ekspansi pusat data dan pesatnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi motor utamanya.













