banner 728x90

Renungan Malam Kudatuli, Dessy Ayutrisna: Isi Demokrasi dengan Cara Santun

Avatar
Kawasan Titik Nol Kilometer Pangkalpinang dijadikan lokasi Renungan Malam Kudatuli, Selasa (28/7/2026) malam. Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Nyala lilin menerangi kawasan Titik Nol Kilometer Pangkalpinang dalam Renungan Malam Kudatuli, Selasa (28/7/2026) malam.

Suasana hening yang dipenuhi doa dan refleksi menjadi pengingat atas salah satu peristiwa penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Di momen tersebut, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah dan terus merawat demokrasi yang damai.

Kegiatan bertajuk Malam Renungan, Doa Bersama, Penyalaan Lilin, dan Refleksi Perjuangan Demokrasi itu digelar untuk memperingati Peristiwa Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996.

Dessy menyampaikan apresiasi kepada Banteng Muda Indonesia (BMI) PDI Perjuangan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Walaupun saya merupakan bagian dari PDI Perjuangan, malam ini saya hadir sebagai Wakil Wali Kota Pangkalpinang mewakili Bapak Wali Kota. Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami mengapresiasi kegiatan seperti ini,” ujar Dessy dalam sambutannya.

Menurutnya, Kudatuli merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa yang menyimpan pelajaran berharga tentang demokrasi.

Karena itu, sejarah tidak boleh dilupakan, melainkan harus dijadikan pijakan dalam menentukan arah masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses