PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pangkalpinang menggelar Workshop Keterampilan Meliput Krisis Lingkungan dan Advokasi Keamanan Jurnalis Perempuan di Room Meeting Warkop Papa, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini diikuti jurnalis dari berbagai media, mahasiswa, serta aktivis sebagai upaya meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat perlindungan terhadap jurnalis perempuan dalam menjalankan tugas.
Ketua AJI Pangkalpinang, Hendra menegaskan advokasi terhadap perempuan menjadi salah satu fokus utama organisasi, khususnya bagi jurnalis yang kerap menghadapi berbagai bentuk kekerasan saat bekerja.
“Di AJI sendiri salah satu yang paling fokus kita lakukan adalah advokasi dan peningkatan kapasitas perempuan. Kita sangat intens membela hak-hak perempuan, khususnya jurnalis,” ujar Hendra.
Ia mengatakan, berbagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis perempuan masih sering terjadi, mulai dari pelecehan fisik, kekerasan verbal, hingga serangan di ruang digital.
Menurutnya, meski hingga saat ini belum ada kasus besar yang ditangani LBH Pers di Bangka Belitung, langkah pencegahan tetap harus dilakukan agar kasus serupa tidak terjadi.
“Kita ingin mengantisipasi hal itu agar tidak terjadi. Karena ancaman, intimidasi, pelecehan, termasuk di ruang digital, sangat mungkin dialami jurnalis perempuan,” katanya.
Hendra juga menyoroti tantangan yang dihadapi mahasiswa maupun aktivis yang bergerak di bidang advokasi.
Menurutnya, mereka tidak jarang mengalami kesulitan memperoleh informasi hingga menghadapi intimidasi ketika menyuarakan isu-isu publik.













