PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tetap berjalan sesuai target meski sejumlah petugas lapangan mengundurkan diri selama proses pendataan berlangsung.
Seluruh petugas yang berhenti telah digantikan sehingga tidak mengganggu jalannya pendataan di lapangan.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan mekanisme pergantian petugas langsung dilakukan setiap kali ada petugas yang tidak dapat melanjutkan tugasnya.
Petugas pengganti juga dibekali arahan sebelum diterjunkan ke lapangan agar proses pendataan tetap berjalan optimal.
“Jadi kita total ada 6 petugas yang mundur dari 192 petugas Sensus Ekonomi Pangkalpinang. Ada yang memang karena sakit,” ujar Dewi Savitri kepada jurnalindonesia.co pada Jumat (24/7/2026).
Dewi menjelaskan, sebagian besar petugas yang mengundurkan diri mengalami gangguan kesehatan yang dipengaruhi penyakit bawaan atau komorbid sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas di lapangan.
“Terakhir kemarin setelah diopname, ternyata dia masih belum bisa aktif kembali karena masih lemas, akhirnya mundur. Sebenarnya penyakitnya bukan karena ikut SE jadinya sakit, tapi memang ada komorbid. Ketika capek di lapangan, imun tubuhnya jadi turun,” jelasnya.













