PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Setiap anak terlahir unik dengan alur tumbuh kembangnya masing-masing.
Ada yang begitu riang belajar di kelas umum, ada yang menyalurkan bakat lewat beragam kegiatan, dan ada pula yang membutuhkan perlakuan serta pendampingan khusus agar potensinya bisa mekar sempurna.
Menyadari pentingnya peran bersama dalam menjaga masa depan anak, PT TIMAH (Persero) Tbk terus bergerak aktif.
Lewat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan tambang ini hadir mendampingi tumbuh kembang anak-anak di wilayah operasionalnya, mulai dari Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, hingga Riau.
Fokusnya tak cuma satu arah, melainkan menyasar empat pilar utama: pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, hingga pengembangan potensi khusus.
“Dukungan terhadap tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara menyeluruh. Lewat program PPM dan kolaborasi bersama pemerintah serta masyarakat, PT TIMAH ingin hadir memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan.
Menyokong Pendidikan dari Usia Dini hingga Inklusif
Langkah nyata PT TIMAH dimulai dari pondasi paling awal, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Bantuan sarana pendukung disalurkan ke berbagai wilayah, salah satunya ke TK Swasta Mutiara Hati di Sawang Laut, Kundur, serta TK/Pos PAUD Nusa Indah di Cambai Selatan.
Kepala Sekolah TK Swasta Mutiara Hati, Suarni, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya fasilitas anyar untuk kelancaran belajar-mengajar anak-anak.
Tak berhenti di PAUD, PT TIMAH juga konsisten mengawal pendidikan menengah lewat Program Kelas Beasiswa SMAN 1 Pemali yang telah meluluskan lebih dari 900 alumni sejak tahun 2000.
Menariknya, kepedulian PT TIMAH juga merangkul sekolah luar biasa (SLB) melalui pendidikan inklusif.













