BANGKA, JURNALINDONESIA.CO — Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi Badan Industri Mineral, Prof. Yogi Wibisono, menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) dan Mineral Strategis Lainnya di Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (23/7/2026).
Dalam pemaparannya, Prof Yogi menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) terletak pada proses pemisahannya.
Sifat antarunsur LTJ yang sangat mirip membuat pemisahan teknologis menjadi rumit.
”Unsur-unsur ini sifatnya sangat mirip, ibarat anak kembar yang sulit dibedakan mana si A dan mana si B. Di sinilah tantangan bagi kita bagaimana teknologi pemisahan tersebut bisa terus dikembangkan,” ujar Prof Yogi di hadapan para peserta seminar.
Klasifikasi Sumber Resources dan Karakteristik LTJ
Lebih lanjut, Prof Yogi menjelaskan bahwa pengelompokan sumber daya (resources) mineral strategis dan LTJ dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:
– Sumber Primer: Meliputi monasit, senotim, serta ion-adsorption clay (IAC).
– Sumber Sekunder: Meliputi tailing, red mud, slag, serta sisa-sisa hasil pengolahan mineral lainnya.













