banner 728x90

BBPOM Pangkalpinang Edukasi Guru dan Siswa di Bangka Tengah, Soroti Soal Keamanan Pangan di Sekolah

Sosialisasi keamanan pangan di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Namang, Selasa (21/7/2026). Foto: Istimewa
banner 468x60

BANGKA TENGAH, JURNALINDONESIA.CO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pangkalpinang menggelar sosialisasi keamanan pangan bagi komunitas sekolah di Kabupaten Bangka Tengah.

Kegiatan digelar di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Namang, Selasa (21/7/2026), diikuti siswa dan guru dari 14 sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan.

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga sekolah mengenai pentingnya pangan yang aman, sekaligus mendorong terciptanya budaya keamanan pangan di lingkungan pendidikan.

Narasumber BBPOM Pangkalpinang, Ria Emeilia, mengatakan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama karena makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat terpapar berbagai jenis cemaran.

“Pangan harus dilindungi dari tiga jenis cemaran, yaitu cemaran biologi, kimia, dan fisik atau benda asing yang dapat membahayakan kesehatan,” ujar Ria saat menyampaikan materi Pengenalan Bahaya Keamanan Pangan.

Ia juga mengajak peserta menerapkan lima kunci keamanan pangan, yakni mengenali pangan yang aman, membeli pangan yang aman, membaca label dengan seksama, menjaga kebersihan, serta mencatat dan melaporkan jika menemukan pangan yang diduga tidak aman.

Pada sesi berikutnya, narasumber Lia Tri Wahyuni mengingatkan pentingnya membiasakan Cek KLIK sebelum mengonsumsi pangan olahan.

“Masyarakat perlu selalu melakukan Cek KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan,” katanya.

Menurut Lia, masyarakat juga perlu memahami Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan produk agar dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sehingga risiko penyakit kronis dapat diminimalkan.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses