banner 728x90
Bangka  

Bambang Patijaya Tegaskan Pengolahan LTJ Jangan Dijadikan Proyek, Ingatkan Validasi Data dan Regulasi

Avatar
Ketua Komisi XII Bambang Patijaya saat menjadi narasumber seminar nasional logam tanah jarang di UBB, Kamis (23/7/2026). Foto: JI
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (BPJ) menegaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat serta regulasi yang jelas sebagai langkah mendasar dalam tata kelola Logam Tanah Jarang (LTJ) dan mineral strategis di Indonesia.

Dia juga mengingatkan pengolahan LTJ jangan dijadikan proyek.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Logam Tanah Jarang dan Mineral Strategis Lainnya di Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (23/7/2026).

Bambang mengingatkan agar pengusahaan LTJ tidak hanya berhenti pada narasi potensi kekayaan alam yang melimpah, melainkan harus dilanjutkan pada tahapan eksekusi dan penguasaan teknologi yang terukur.

Ia mencontohkan bagaimana negara Tiongkok secara konsisten dan protektif menguasai rantai pasok LTJ dari hulu hingga hilir, mulai dari penyiapan sumber daya manusia, penguasaan teknologi pemisahan, hingga penguncian akses informasi riset.

Pentingnya Validasi dan Eksplorasi Data Real

Menurut Bambang, tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah keterbatasan data riil terkait potensi cadangan LTJ.

Banyak data potensi yang beredar di publik selama ini masih bersifat hipotetis dan belum didasarkan pada aktivitas eksplorasi yang komprehensif.

“Data yang beredar terkait potensi LTJ kita sebagian besar masih bersifat hipotetis. Pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, perlu melakukan eksplorasi dan pembuktian secara teknis agar kita memiliki data yang valid dan teruji,” ujar Bambang di hadapan peserta seminar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses