banner 728x90

Trotoar Taman Sari Pangkalpinang Diwarnai Lapak PKL, Satpol PP Akan Tertibkan Bertahap

Suasana kawasan Tamansari, Kota Pangkalpinang, Selasa (21/7/2026). Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Sulit menemukan ruang kosong di trotoar kawasan Taman Sari atau Wilhelmina Park, Kota Pangkalpinang.

Deretan gerobak, tenda, meja dagangan hingga kontainer kini menguasai hampir seluruh sisi jalur pejalan kaki yang dulunya dikenal sebagai ruang publik.

Aktivitas jual beli memang membuat kawasan tersebut semakin ramai sejak siang hingga malam hari.

Namun di sisi lain, pejalan kaki harus berbagi ruang dengan lapak-lapak pedagang karena fungsi trotoar perlahan bergeser menjadi area perdagangan.

Pantauan jurnalindonesia.co, Selasa (21/7/2026) siang, menunjukkan para pedagang berjejer hampir di sepanjang sisi jalan kawasan Taman Sari.

Sebagian menggunakan tenda nonpermanen yang dibongkar setelah selesai berjualan.

Namun, tidak sedikit pula yang menempatkan kontainer, gerobak permanen, hingga meja lengkap dengan payung, sehingga memakan ruang trotoar.

Pemandangan tersebut berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Saat itu, kawasan Taman Sari menjadi salah satu lokasi yang tidak diperbolehkan untuk aktivitas berjualan karena merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Ramainya aktivitas perdagangan juga berdampak pada kepadatan kawasan.

Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat parkir di sisi jalan, membuat lalu lintas di sekitar taman semakin padat, terutama pada jam-jam ramai.

Kondisi itu membuat wajah Taman Sari berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses