PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Suasana Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang tampak berbeda pada Sabtu (18/7/2026).
Di dalam ruangan medis tersebut, warga binaan bernama Hendra Oktavianes bin Aling duduk dengan tenang.
Tak lama berselang, gema dua kalimat syahadat mengalun khidmat, menandai babak baru hidupnya sebagai seorang mualaf.
Langkah spiritualnya ini langsung disempurnakan dengan pelaksanaan khitan di tempat yang sama.
Keputusan Hendra memeluk agama Islam murni lahir dari ketukan hati nurani tanpa ada paksaan.
Dari balik jeruji besi, hidayah itu datang saat ia kerap memperhatikan rekan satu selnya mengaji dan membaca buku-buku Islami.
”Hati saya tergerak memeluk agama Islam dari situ. Akhirnya saya mulai belajar,” ungkap Hendra haru.
Sebelum tindakan khitan dilakukan, tim medis yang dipimpin oleh dr Khoirunnisa memeriksa kesehatan Hendra secara menyeluruh, termasuk mengukur tanda-tanda vital dan menandatangani informed consent untuk memastikan prosedur berjalan aman.
Proses pengikraran syahadat dan khitan ini berjalan lancar berkat sinergi antara Lapas Pangkalpinang dengan Mualaf Center Bangka Belitung, An Nabawi Care Center, Pemuka Agama Masjid At-Taubah, serta perwakilan Kementerian Agama.













