PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.
Di Kota Pangkalpinang, jumlah kasus hipertensi masih tergolong tinggi dengan total mencapai 19.003 kasus sepanjang 2025.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, selama periode Januari hingga Juni 2026 sudah tercatat 10.181 kasus hipertensi, sehingga masyarakat diimbau lebih waspada dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Holipah, mengatakan tingginya angka hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Selain faktor keturunan, penyebab yang paling dominan berasal dari pola hidup yang tidak sehat.
“Banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai dari lifestyle yang tidak sehat, faktor usia, kurangnya aktivitas fisik, merokok, hingga stres juga bisa menjadi penyebab,” kata Holipah kepada jurnalindonesia.co, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, anggapan bahwa hipertensi hanya menyerang kelompok lanjut usia kini sudah tidak lagi tepat.
Saat ini, penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja, termasuk masyarakat usia muda.
“Kalau dulu hipertensi erat kaitannya dengan penyakit degeneratif atau penyakit karena usia lanjut. Tapi sekarang hipertensi tidak pandang umur, yang muda juga bisa terkena,” ujarnya.













