PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif menyusul tingginya angka penyakit tidak menular (PTM), terutama hipertensi dan diabetes melitus, di Kota Pangkalpinang.
Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Devi Ingson Syahputra, saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam rangka Kampanye Germas Tingkat Kota Pangkalpinang 2026 di halaman Kantor BKPSDMD, Kamis (16/7/2026).
Devi mengungkapkan tantangan kesehatan yang dihadapi Kota Pangkalpinang saat ini semakin kompleks.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang tahun 2025, tercatat sebanyak 19.003 kasus hipertensi dan 5.063 kasus diabetes melitus.
Menurutnya, tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti minimnya aktivitas fisik, pola makan yang kurang sehat, kurangnya waktu istirahat, hingga rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Karena itu, ia menilai tema Germas tahun 2026, yakni “Membudayakan Perilaku Hidup Sehat, Menuju Masyarakat Pangkalpinang yang Sehat, Sejahtera, dan Produktif”, harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitme bersama untuk membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, sekolah, hingga seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Devi menjelaskan, Germas merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif dengan mengubah paradigma masyarakat dari mengobati penyakit menjadi mencegah penyakit.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.













