PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan layanan Puskesmas Girimaya dan Puskesmas Pasir Putih menggelar kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile.
Tujuannya untuk mengejar target capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pemeriksaan HIV bagi kelompok berisiko.
Kegiatan di Kantor KPA Kota Pangkalpinang, Rabu (15/7/2026) itu, menyasar 40 peserta yang berasal dari komunitas berisiko tinggi dan komunitas transgender.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari dua puskesmas tersebut, masing-masing melayani 20 peserta.
Selain pemeriksaan HIV, peserta juga mendapatkan edukasi dan konseling sebelum memutuskan untuk menjalani tes.
Pengelola KPA Kota Pangkalpinang Syahru Siam mengatakan, seluruh peserta diberikan pemahaman terlebih dahulu mengenai HIV dan pentingnya mengetahui status kesehatannya.
Pemeriksaan dilakukan secara sukarela tanpa ada unsur paksaan.
“Semuanya kita edukasi dulu. Kalau memang mau melakukan skrining HIV, silakan. Kalau tidak mau juga tidak dipaksa. Yang terpenting mereka memahami risiko dan pentingnya mengetahui status kesehatannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran kegiatan ini merupakan kelompok yang memiliki perilaku berisiko terhadap penularan HIV, seperti berganti-ganti pasangan seksual atau melakukan hubungan seksual di luar pasangan tetap.
Menurutnya, seseorang yang tampak sehat pun tetap berpotensi terpapar apabila memiliki perilaku berisiko.
“Yang berisiko itu bukan berarti kita sudah tahu dia terinfeksi, tetapi karena perilakunya yang berpotensi menyebabkan penularan. Makanya kami terus mengedukasi agar mereka mau melakukan tes,” katanya.













