banner 728x90

Pertamina Pastikan Stok BBM di Bangka Belitung Aman Padahal Antrean di SPBU Membeludak

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono. Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kondisi aman meski terjadi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, terkait kondisi distribusi BBM, Selasa (14/7/2026).

Satriyo mengatakan stok BBM yang tersedia di terminal Pertamina dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh hari ke depan.

“Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM kita di terminal kita itu aman sampai tujuh hari ke depan, jadi aman dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena berdasarkan pemantauan di lapangan ditemukan banyak kendaraan yang melakukan pengisian berulang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli secara berlebihan. Yang kami monitor di lapangan banyak kendaraan yang berulang pembeliannya, termasuk kendaraan pengerit dan lainnya,” katanya.

Menurut Satriyo, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk memperketat pengawasan di SPBU agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk membantu pengamanan di lapangan supaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan situasi. Sebenarnya kondisi semuanya aman,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan, Pertamina menemukan adanya penyalahgunaan sistem barcode subsidi.

Sejumlah kendaraan diketahui menggunakan QR Code ganda dengan nomor polisi berbeda untuk melakukan pengisian berulang di berbagai SPBU.

“Terkait dugaan penimbunan masih kami dalami. Di lapangan juga ditemukan QR Code yang sama digunakan ganda atau menggunakan nomor polisi palsu. Mereka berputar dari satu SPBU ke SPBU lain. Karena kami punya sistem pemetaan, QR Code tersebut sudah kami blokir,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses