PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO —
PANGKALPINANG — Krisis bahan bakar minyak (BBM) tengah melanda Kota Pangkalpinang dan sejumlah wilayah di Pulau Bangka selama beberapa hari terakhir.
Antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat mengular hingga ratusan meter di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada siang hari, melainkan terus bertahan hingga larut malam.
Ironisnya, kelangkaan ini tidak hanya menyasar BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, tetapi juga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Hingga Selasa (14/7/2026) pagi, pemandangan antrean panjang masih terus terjadi dan mulai memicu keresahan serta kepanikan di kalangan warga setempat.
Warga Terpaksa Dorong Motor, Antrean Mobil Capai 1 Kilometer
Dampak kelangkaan BBM ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang kesulitan beraktivitas sehari-hari.
Edi, warga Kampak, Pangkalpinang, mengaku terpaksa mendorong sepeda motornya karena kehabisan bensin di tengah jalan.
”Saya pulang main bola, bensin habis. Terpaksa dorong motor dan ikut antre sekitar setengah jam di SPBU,” keluhnya dengan nada kesal.













