PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sukses memanen 64 kilogram sayuran pakcoy hasil budidaya hidroponik sistem wick, Senin (13/7/2026).
Uniknya, program pembinaan kemandirian warga binaan ini memanfaatkan media styrofoam bekas di lahan kosong sekitar bengkel kerja lapas.
Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, mengungkapkan bahwa metode hidroponik wick dipilih karena kondisi tanah di area lapas kurang mendukung untuk pertanian konvensional.
Selain praktis, metode ini terbukti ekonomis dan efektif.
“Alhamdulillah, setelah dicoba selama satu bulan, hasilnya sangat baik dan hari ini langsung kita panen,” ujar Novriadi.
Saat ini, pihak lapas tengah menyiapkan perluasan area hidroponik dengan kapasitas 1.000 lubang tanam yang ditargetkan panen pada Agustus mendatang.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kanwil Ditjenpas Babel dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Novriadi menambahkan, warga binaan yang dilibatkan telah melalui asesmen minat dan bakat, terutama mereka yang sudah menjalani setengah hingga dua pertiga masa pidana.













