PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Evakuasi ratusan penumpang KM Sewindu oleh Basarnas Pangkalpinang, Senin (13/7/2026), menyisakan cerita dari para penumpang yang harus bertahan selama dua malam di atas kapal akibat alur menuju Pelabuhan Pangkalbalam tertutup kapal tanker yang kandas.
Salah seorang penumpang, Rega (25), mengaku perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, awalnya berjalan lancar.
KM Sewindu berangkat sekitar pukul 22.00 WIB tanpa kendala.
“Berangkat dari Jakarta jam 10 malam lancar. Sampai di perairan Bangka Belitung itu Sabtu dini hari, kami sempat sandar di Lubuk. Ada informasi tidak bisa masuk karena air surut,” kata Rega kepada jurnalIndonesia.co usai dievakuasi di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, kapal kembali mencoba menuju Pelabuhan Pangkalbalam pada Minggu pagi.
Namun upaya tersebut juga gagal karena alur pelayaran tidak bisa dilalui sehingga kapal kembali berlabuh di luar kawasan Jembatan Emas.
“Minggu pagi berangkat ke Pelabuhan Pangkalbalam, kirain bisa masuk, ternyata tidak bisa juga. Akhirnya kami sandar di luar Jembatan Emas sampai hari ini tadi,” ujarnya.
Selama kapal tertahan, para penumpang mulai gelisah.
Banyak di antara mereka yang harus segera tiba di Pangkalpinang untuk berbagai keperluan.
“Orang-orang sudah banyak yang mengeluh di kapal, sudah mau demo. Ada yang mau masuk sekolah, ada yang mau kerja, jadi mereka menyampaikan ke kapten kapal,” tuturnya.













