PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendataan ATS Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang di Ballroom SUN Hotel, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan data sementara, sekitar 400 anak telah masuk dalam dashboard ATS dan masih memerlukan proses verifikasi.
Sementara hasil verifikasi tahun 2025 mencatat terdapat 221 Anak Tidak Sekolah usia 7–18 tahun yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Gerunggang.
Data tersebut akan kembali diverifikasi sebagai dasar pelaksanaan program penanganan yang lebih tepat sasaran.
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi.
Agustu menegaskan pendataan ATS menjadi langkah penting untuk memastikan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan, khususnya pemenuhan hak pendidikan bagi anak usia 7 hingga 18 tahun.
Menurutnya, penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, kelurahan, RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Pendataan ini sangat penting dalam rangka memenuhi Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan. Anak usia 7 sampai 18 tahun wajib mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak agar tidak ada anak yang luput dari pendataan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendataan ATS tahun ini akan dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat kelurahan dengan melibatkan RT/RW, PSM, sekolah, dan perangkat daerah terkait.
Data yang diperoleh akan diverifikasi langsung ke lapangan agar penyebab anak tidak bersekolah dapat diketahui secara pasti.
Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui apakah seorang anak tidak bersekolah karena faktor ekonomi, memilih bekerja, putus sekolah, tidak pernah mengenyam pendidikan, atau penyebab lainnya sehingga intervensi yang diberikan dapat tepat sasaran.













