PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan pentingnya data statistik sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan daerah.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman fenomena cuaca ekstrem El Nino, data yang akurat dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Pangkalpinang, Rico Ariputra, saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam Rilis dan Press Conference Berita Resmi Statistik di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut memaparkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Juni 2026 serta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2026.
Rico mengatakan, kebijakan pemerintah saat ini harus dibangun berdasarkan data yang valid.
Menurutnya, banyak kritik yang muncul terhadap pemerintah sering kali dipicu karena masyarakat menilai suatu kebijakan tidak didukung analisis yang kuat.
“Keputusan yang baik tidak lagi cukup hanya berlandaskan pada intuisi, tetapi juga harus dilatarbelakangi dan dibangun dengan data yang valid, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menyebut statistik merupakan bahasa pembangunan yang menjadi dasar dalam merancang berbagai program pemerintah.
Tanpa dukungan data dari BPS, upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan sulit diwujudkan secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Rico juga menyoroti kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi berbagai konflik internasional.
Menurutnya, ketegangan di Timur Tengah maupun konflik Rusia dan Ukraina memberikan dampak terhadap perekonomian nasional hingga ke daerah, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kota Pangkalpinang.
Salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah kenaikan harga energi yang turut memengaruhi berbagai sektor.
“Kita merasakan bagaimana saat harga Pertamax naik, begitu juga ketika Pertalite naik. Dan ini berdampak sangat signifikan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan paparan Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor utama penyumbang inflasi di Kota Pangkalpinang.













