PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang pada Triwulan I Tahun 2026 masih berada di zona positif secara tahunan.
Namun, dibandingkan daerah lain di Bangka Belitung, laju pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang pada Triwulan I-2026 menjadi yang paling rendah, yakni 0,10 persen secara tahunan.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, perekonomian mengalami kontraksi tipis akibat melambatnya aktivitas perdagangan, konstruksi, dan belanja pemerintah pada awal tahun.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, dalam kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kota Pangkalpinang, Rabu (1/7/2026).
Dewi menjelaskan, perekonomian Kota Pangkalpinang pada Triwulan I-2026 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5,182 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan sebesar Rp2,702 triliun.
“Secara year on year atau dibandingkan Triwulan I-2025, ekonomi Kota Pangkalpinang tumbuh sebesar 0,10 persen. Namun secara quarter to quarter atau dibandingkan Triwulan IV-2025, ekonomi mengalami kontraksi sebesar -0,10 persen,” ujar Dewi.
Ia menerangkan, kontraksi pada awal tahun terutama dipengaruhi menurunnya aktivitas di sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang terkontraksi 4,52 persen, disusul sektor konstruksi yang turun 3,88 persen.
Menurut Dewi, penurunan sektor perdagangan terjadi karena berkurangnya volume barang yang diperdagangkan serta menurunnya penjualan kendaraan bermotor.
Sementara sektor konstruksi melemah karena proyek fisik pemerintah pada awal tahun masih berada pada tahap tender dan realisasi belanja modal pemerintah belum berjalan optimal.













