banner 728x90

5.000 Petani dan 7.000 Pelaku UMKM di Babel Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Peluncuran program BPJS Ketenagakerjaan untuk petani dan pelaku UMKM di Ballroom Aston Emidary Hotel, Kamis (25/6/2026). Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meluncurkan program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi 12 ribu pekerja sektor informal, yang terdiri dari 5.000 petani/pekebun kelapa sawit dan 7.000 pelaku UMKM, di Ballroom Aston Emidary Hotel, Kamis (25/6/2026).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Babel, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah kabupaten/kota, serta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Tujuannya, dalam upaya memperluas perlindungan bagi pekerja rentan di daerah.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengatakan peluncuran tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas cakupan perlindungan ketenagakerjaan di Babel yang saat ini masih tergolong rendah.

“Hari ini kita launching untuk pelaku UMKM, petani, pekebun dan semuanya akan terus disosialisasikan. Total yang diluncurkan hari ini sebanyak 12 ribu pekerja. Namun ini masih kurang, karena target kita cakupan perlindungan harus mencapai 60 persen, sementara saat ini baru sekitar 25 persen,” kata Hidayat.

Menurutnya, seluruh kepala daerah di kabupaten/kota harus dilibatkan agar program tersebut dapat berjalan optimal.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi nelayan yang dinilai memiliki risiko kerja tinggi.

“Nanti semua bupati dan wali kota harus dilibatkan, termasuk nelayan karena sektor ini memiliki risiko tinggi. Kita ingin seluruh pekerja di Bangka Belitung memiliki perlindungan jaminan sosial,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses