banner 728x90

Jalan Bikang-Jeriji Dirawat Sementara, BPJN Babel Masih Konsultasi untuk Perbaikan Permanen

Avatar
Kepala BPJN Babel Susan Novelia. Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan perkembangan penanganan kerusakan ruas Jalan Air Bara-Toboali KM 110+750 di Desa Bikang, Kabupaten Bangka Selatan.

Ruas jalan yang dibangun melalui proyek Multiyears Contract (MYC) Tahun 2022-2024 tersebut mengalami kerusakan berupa retakan memanjang (longitudinal cracks) dan deformasi permukaan yang bergelombang di beberapa titik.

Kepala BPJN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susan Novelia, menegaskan  penanganan kerusakan jalan harus segera dilakukan dan tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Proyek Jalan Nasional Bikang-Jeriji Terbelah

“Untuk penanganan ini harus segera dilakukan, tidak bisa ditunda. Kita menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Untuk penanganan sementara ini kami estimasikan masih aman hingga enam bulan,” ujar Susan.

Ia menjelaskan, penanganan darurat telah dilakukan sejak 18 Juni 2026.

Penanganan sementara dilakukan dengan menutup celah retakan menggunakan lapisan Sand Sheet guna menjaga kekedapan air pada lapisan tanah dasar sekaligus mengembalikan kenyamanan berkendara.

Menurut Susan, untuk penanganan permanen BPJN Babel akan melaporkan hasil evaluasi kepada pimpinan serta berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memberikan pendampingan teknis.

Selanjutnya, evaluasi mendalam akan dilakukan oleh Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur guna mengkaji metode penanganan, faktor penyebab kerusakan, serta aspek teknis lainnya.

“Untuk penanganan permanen, kami akan melaporkan kembali kepada pimpinan dan pihak yang memberikan pendampingan. Evaluasi dari Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur akan mengkaji lebih mendalam terkait desain, faktor alam hingga penyebab kerusakan lainnya,” jelasnya.

Susan mengungkapkan, selain kondisi tanah di sekitar ruas jalan yang didominasi lahan rawa, tingginya volume kendaraan berat yang melintas juga diduga menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan.

Tingginya Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) di jalur tersebut turut mempercepat perubahan struktur perkerasan jalan.

“Kami mendeteksi jalan ini juga digunakan oleh kendaraan dari pelabuhan. Selain itu, lalu lintas harian rata-rata kendaraan bertonase besar yang melintas turut memberikan kontribusi terhadap perubahan konstruksi jalan,” katanya.

Ia menambahkan, setiap material jalan, baik aspal maupun beton, memiliki karakteristik mekanis dan kimiawi yang berbeda terhadap beban rencana jalan.

Terkait status pemeliharaan, Susan menjelaskan bahwa masa kontrak dengan penyedia jasa telah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses