BANGKA SELATAN, JURNALINDONESIA.CO – Proyek jalan nasional di Kabupaten Bangka Selatan menuai sorotan tajam.
Anggota DPRD Babel Rina Tarol kembali mengingatkan soal kualitas proyek Jalan Lelap Bikang-Jering di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya ada ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter dalam kondisi rusak, terbelah, dan konstur tanah turun, yang patut menjadi evaluasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Babel.
Tidak hanya itu, menurut wakil rakyat dari Bangka Selatan tersebut, belahan di tengah jalan ada yang selebar ban motor.
“Inikan berbahaya bagi pengendara, cobalah diperhatikan dan ditindaklanjuti. Memang sudah ada perbaikan, tambal namun berlubang lagi karena tanah turun di sisi sebelah kiri dari arah Kota Pangkalpinang. Ini proyek boleh dibilang gagal,” jelas Rina Tarol, Kamis (18/6/2026).
Rina Tarol heran, jalan yang dibuat dengan metode mortar busa tersebut tidak mampu bertahan lama.
Proyek senilai Rp50 miliar itu, ujar politisi Partai Golkar tersebut, selesai dikerjakan pada 2024 lalu.
Kondisi ini, menurutnya, jauh dari kualitas yang diharapkan.
“Seharusnya dengan teknik mortar busa itu, bisa bertahan 15 tahun. Kalau tanahnya turun, tetap akan bergeser dan berlubang di tengah. Kayu cerucuknya bisa jadi kurang tidak sesuai,” ujarnya.
Untuk itu, Rina Tarol mendesak agar pihak terkait untuk memperhatikan kondisi jalan tersebut.
Selain karena mengancam keselamatan pengendara, jalan tersebut juga menghabiskan anggaran tidak sedikit.
Menurut Rina, perbaikan jalan tidak cukup, namun harus dibangun ulang dengan kualitas lebih baik.
Di sisi lain, teknologi mortar busa itu diharapkan dapat mengatasi tanah lunak.
Dilansir dari binarmarga.pu.go.id, mortar busa sudah diterapkan untuk pembangunan jalan fly over yang dilewati lebih banyak kendaraan di kota-kota lain.













