PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — PT TIMAH Tbk sadar betul bahwa punya ahli teknis saja tidak cukup untuk memenangkan pasar di masa depan.
Perusahaan pelat merah ini kini tengah gencar menyuntikkan ilmu kepemimpinan (leadership) kepada ribuan karyawannya agar keahlian teknis mereka bisa berdampak lebih besar bagi bisnis perusahaan.
Bukan sekadar wacana, sepanjang tahun lalu PT Timah tercatat telah menggelontorkan total 149.050 jam pelatihan yang diikuti oleh 3.848 karyawan.
Artinya, rata-kira setiap karyawan mengantongi 39 jam belajar.
Direktur SDM PT Timah, Ratih Mayasari, blak-blakan menyebut bahwa kiblat tenaga ahli timah terbaik di Indonesia sebenarnya ada di internal perusahaan mereka.
Namun, potensi itu bisa mati suri jika tidak dikombinasikan dengan kemampuan memimpin yang kuat.
“Kompetensi yang tinggi harus dibarengi dengan leadership yang baik. Tanpa kepemimpinan yang kuat, potensi yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal,” ujar Ratih.
Strategi ‘Keroyokan’ Lewat 5 Aspek
Untuk merealisasikan target tersebut, emiten berkode TINS ini menerapkan kurikulum komprehensif yang memadukan lima aspek utama:
– Leadership competency (Kepemimpinan)
– Core competency (Kompetensi inti perusahaan)
– Critical competency (Kompetensi kritis)













