banner 728x90

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Pangkalpinang Kejar 112 Ribu Data

Avatar
Kepala BPS Pangkalpinang Dewi Savitri. Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menargetkan cakupan pendataan Sensus Ekonomi 2026 mencapai 100 persen guna menghasilkan basis data sosial ekonomi masyarakat yang lebih lengkap dan akurat.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan sensus yang dilaksanakan tahun ini menjadi bagian dari upaya pemutakhiran dan pembaruan data masyarakat secara menyeluruh.

Hal ini disampaikan Dewi usai melaksanakan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Dinas Residen Wali Kota Pangkalpinang, Senin (15/6/2026).

“Target kita cakupannya 100 persen. Sebelumnya pemutakhiran data tidak menjangkau seluruh penduduk. Harapannya melalui Sensus Ekonomi 2026 ini kita memiliki database yang lebih lengkap,” ujar Dewi.

Untuk mendukung target tersebut, BPS telah mempersiapkan petugas lapangan melalui pelatihan serta pembagian wilayah kerja yang terstruktur sebelum pelaksanaan pendataan dimulai.

Dewi mengatakan, saat ini para petugas telah melakukan penyisiran wilayah kerja masing-masing dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga pengurus RT dan RW.

“Petugas sudah melakukan pelatihan dan sekarang sudah menyisir wilayah kerjanya masing-masing. Mereka juga sudah melapor ke kelurahan, kecamatan, serta RT dan RW di lokasi tempat mereka bertugas,” katanya.

Ia menjelaskan, Kota Pangkalpinang memiliki sekitar 700 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dan sub-SLS yang menjadi dasar pembagian wilayah pendataan.

Seluruh wilayah tersebut telah dibagi kepada petugas agar proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

Pada hari pertama pelaksanaan, setiap petugas ditargetkan mampu mendata sekitar 15 keluarga.

Namun, pelaksanaan di lapangan tetap menyesuaikan kondisi masyarakat.

“Kita menyesuaikan kondisi masyarakat. Kalau warga lebih mudah ditemui sore hari, maka petugas akan datang sore. Target pendataan tidak terbatas pada jam kerja saja. Biasanya petugas membuat janji terlebih dahulu dengan warga,” ujarnya.

Dewi menambahkan, peran RT dan RW sangat penting dalam membantu kelancaran pendataan, terutama dalam menjembatani komunikasi antara petugas dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses