BANGKA SELATAN, JURNALINDONESIA.CO – Anggota DPRD Bangka Belitung, Rina Tarol, mengkritik keras kualitas proyek peningkatan Jalan Lelap Bikang-Jeriji di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Jalan sepanjang 500 meter yang menelan anggaran fantastis senilai Rp50 miliar tersebut kini dikeluhkan warga karena kondisinya ada yang sudah bergelombang dan retak-retak.
Padahal, proyek yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Babel ini sebelumnya digadang-gadang menggunakan teknologi mutakhir guna mengatasi tanah lunak.
“Masyarakat sudah berulang kali mengeluh. Katanya pakai teknologi khusus, tapi faktanya baru seumur jagung jalannya sudah bergelombang dan retak. Ini dikerjakan asal-asalan,” ujar Rina Tarol kepada jurnalindonesia.co, Senin (15/6/2026).
Soroti Risiko Keselamatan dan Kerugian Negara
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bangka Selatan, Rina menilai kurang baiknya infrastruktur ini tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan.
Secara kelembagaan, DPRD Babel menegaskan akan segera menindaklanjuti persoalan ini dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait.
Teknologi Mortar Busa Pertama di Babel
Sebagai informasi, proyek yang dikerjakan sejak 2023 dan rampung pada 2024 ini awalnya menuai ekspektasi tinggi.
BPJN Bangka Belitung memperkenalkan metode Mortar Foam (mortar busa) yang dikombinasikan dengan pemasangan kayu cerucuk.













