PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Pangkalpinang menilai ketimpangan jumlah pendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 dipengaruhi oleh pola pilihan masyarakat yang masih terpusat pada sekolah tertentu.
Ketua Tim Kerja Peserta Didik dan Pendidikan Karakter Disdikbud Pangkalpinang, Al Hatas Cahyadi, mengatakan fenomena sekolah favorit masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya ketidakseimbangan jumlah pendaftar antarwilayah.
“Ini dikarenakan, oleh mindset masyarakat yang masih menginginkan sekolah-sekolah favorit,” kata Al Hatas kepada jurnalindonesia.co, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, selain faktor pilihan masyarakat, kondisi kepadatan penduduk dan sebaran sekolah yang tidak merata juga memengaruhi distribusi peserta didik baru.
“Ada di sebuah kecamatan yang penduduk nya sedikit dan anak usia sekolahnya sedikit, sekolahnya banyak. Tetapi ada di wilayah tertentu yang padat huni, usia sekolahnya banyak, produktifnya banyak, sekolahnya sedikit,” ujarnya.
Ia mencontohkan kawasan pengembangan seperti Kampak dan Air Itam yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat, sementara pembangunan sekolah dasar negeri belum bertambah secara signifikan.
“Atau di wilayah pengembangan seperti daerah Kampak, Air Hitam, di mana terjadi stagnasi pembangunan sekolah SD negeri, sedangkan penduduk terus bertambah,” sebutnya.













