banner 728x90
Daerah  

Cara PT Timah dan Warga Sawang Laut Ubah Limbah Jadi Rupiah

Bank sampah di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Foto: Humas PT Timah
banner 468x60

KARIMUN, JURNALINDONESIA.CO – Sampah sering kali dianggap sebagai masalah dan berakhir begitu saja di tempat pembuangan.

Namun, di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, pandangan tersebut perlahan mulai berubah.

Melalui pembinaan dari PT TIMAH (Persero) Tbk, warga setempat yang tergabung dalam kelompok Bank Sampah Lanjut Berseri sukses mengubah persepsi masyarakat, dari benci sampah, jadi peduli lingkungan sekaligus mendulang cuan.

Meskipun usianya belum genap satu tahun, bank sampah ini gencar mengedukasi warga tentang pentingnya memilah dan memanfaatkan limbah rumah tangga yang bernilai ekonomis.

Ubah Pola Pikir, Sasar Anak Sekolah

Ketua Bank Sampah Lanjut Berseri, Dedi, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar di awal adalah mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap semua sampah tidak berguna.

“Melalui bank sampah, kami ingin mengedukasi bahwa sampah rumah tangga seperti botol plastik dan kemasan bekas masih memiliki nilai jual jika dipilah dengan baik,” ujar Dedi.

Menariknya, program ini tidak hanya menyasar orang dewasa.

Demi membangun budaya peduli lingkungan sejak dini, mereka juga menggandeng para pelajar lewat program unik di SD Negeri 009 Sawang Laut.

Di sekolah ini, para siswa diajak mengumpulkan sampah ekonomis untuk ditabung.

Hasil tabungan sampah tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan perlengkapan sekolah.

“Anak-anak diajarkan memilah sampah sejak dini. Sampah yang mereka kumpulkan dicatat sebagai tabungan, lalu bisa ditukar dengan buku maupun alat tulis,” tambah Dedi.

Langkah Awal Menuju Kemandirian

Saat ini, Bank Sampah Lanjut Berseri dikelola oleh lima orang pengurus dan membuka layanannya setiap hari Kamis dan Sabtu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses