BANGKA BARAT, JURNALINDONESIA.CO — Merayakan hari jadi yang ke-15, Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) merefleksikan diri untuk meningkatkan pelayanan.
Di usia terbilang remaja ini, ketersediaan air baku dan kelancaran distribusi menjadi fokus utama perusahaan pelat merah milik Kabupaten Bangka Barat tersebut.
Direktur PDAM Tirta Sejiran Setason, Harpandi menyatakan bahwa kondisi perusahaan saat ini dalam keadaan sehat.
Meski begitu, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah memastikan air baku mengalir tanpa hambatan ke rumah-rumah pelanggan di wilayah Mentok dan sekitarnya.
“Tantangan terbesar kami adalah bagaimana distribusi air baku ini sampai ke pelanggan dengan baik. PDAM harus terus bersinergi agar kendala distribusi tidak sampai mengganggu aktivitas rumah tangga masyarakat,” ujar Harpandi saat ditemui usai perayaan HUT ke-15 PDAM TSS, Senin (8/6/2026).
Solusi Topografi: Pembagian Wilayah Distribusi
Menanggapi keluhan masyarakat terkait air yang sempat macet beberapa waktu lalu, Harpandi mengonfirmasi bahwa hal itu disebabkan oleh kebocoran pipa di daerah Menjelang.
Selain faktor teknis seperti pipa bocor, kontur tanah di Mentok yang berbukit-bukit (turun-naik) juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan tekanan air.
Untuk mengatasinya, PDAM tengah menyiapkan strategi khusus.
“Kami akan melakukan treatment berupa pembagian wilayah distribusi. Ini penting untuk menyiasati kontur wilayah Mentok yang naik-turun agar tekanan air merata,” jelasnya.
Gandeng BWS dan Target Sumur Bor
Sesuai dengan arahan Bupati Bangka Barat, PDAM diminta bergerak aktif mencari titik-titik sumber air baru.
Salah satu rencana jangka pendeknya adalah pembuatan sumur bor sebagai cadangan sumber air baku alternatif.











