PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Survei Lapangan Pembangunan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Kota Pangkalpinang di Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (8/6/2026).
Rapat tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, dan dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang David Oktaviandi, Camat Pangkalbalam beserta jajaran, perangkat Kelurahan Ketapang, serta 11 warga yang rumahnya berada di kawasan calon lokasi pembangunan.
Agustu Afendi mengatakan rapat dilaksanakan untuk menyampaikan hasil kajian awal sekaligus mensosialisasikan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang diusulkan berlokasi di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, tepatnya di kawasan dekat Rusunawa.
Menurutnya, rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan sebelum tim dari pemerintah pusat melakukan survei lapangan terhadap lokasi yang diusulkan.
“Pada hari ini kita melakukan sosialisasi terkait lokasi dan topografi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita juga mengundang masyarakat yang terdampak agar mereka mengetahui secara langsung rencana pembangunan yang akan dilaksanakan,” kata Agustu.
Dalam rapat tersebut, dipaparkan kondisi lahan yang diusulkan, hasil pemetaan awal, serta berbagai kebutuhan pendukung yang akan menjadi bagian dari kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Selain itu, pemerintah juga menyampaikan bahwa terdapat 11 rumah yang berada di atas aset milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dan masuk dalam area rencana pembangunan.
Agustu menjelaskan, warga yang hadir pada prinsipnya memahami status lahan yang ditempati.
Namun, mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait keberadaan rumah dan bangunan yang selama ini mereka tempati.
“Masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait rumah yang terdampak. Mereka berharap ada solusi yang bisa diberikan pemerintah, termasuk terkait bangunan yang berada di lokasi tersebut,” ujarnya.













