banner 728x90

Tata Cara Shalat Jenazah, Takbir 4 Kali, dan Bacaan Doa

Ilustrasi berdoa. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Shalat jenazah adalah salah satu ibadah yang hukumnya Fardhu Kifayah (kewajiban kolektif).

Artinya, jika sudah ada sebagian kaum muslimin yang mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.

Namun, jika tidak ada satu pun yang menyolatinya, maka seluruh masyarakat di daerah tersebut berdosa.

Berbeda dengan shalat pada umumnya, shalat jenazah tidak menggunakan ruku’ maupun sujud, melainkan dilakukan dengan 4 kali takbir dalam posisi berdiri.

Berikut adalah panduan lengkap tata cara shalat jenazah beserta bacaan doanya.

Syarat Sah Shalat Jenazah

Sebelum mendirikan shalat, pastikan syarat-syarat berikut telah terpenuhi:

– Suci dari hadas besar dan kecil, menutup aurat, dan menghadap kiblat.

– Jenazah sudah dalam keadaan suci (telah dimandikan) dan dikafani.

– Posisi jenazah berada di depan imam (kecuali pada shalat ghaib).

– Jenazah Laki-laki: Imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah.

– Jenazah Perempuan: Imam berdiri sejajar dengan perut/pinggang jenazah.

Tata Cara dan Bacaan Shalat Jenazah

Shalat jenazah dilakukan dengan berdiri (bagi yang mampu) tanpa ruku, iktidal, sujud, dan tahiyyat.

Berikut urutan langkah-langkahnya:

1. Niat

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram (takbir pertama).

Untuk Jenazah Laki-laki (Sebagai Makmum):

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardha kifayatin ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat atas jenazah ini empat kali takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Untuk Jenazah Perempuan (Sebagai Makmum):

أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardha kifayatin ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat atas jenazah (perempuan) ini empat kali takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbir Pertama (Membaca Al-Fatihah)

Setelah melakukan takbiratul ihram sambil bersedekap, bacalah Surat Al-Fatihah.

3. Takbir Kedua (Membaca Shalawat Nabi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses