banner 728x90
Bangka  

Mengintip Kopi Robusta Khas Petaling, Sekali Panen Capai 17 Ton

Avatar
Pengelola KAPLING, Sumardi. Foto: JI/Mita
banner 468x60

BANGKA, JURNALINDONESIA.CO — Di tengah hamparan perkebunan di Desa Petaling, Kabupaten Bangka, ribuan pohon kopi robusta tumbuh subur dan menjadi sumber penghidupan bagi para petani.

Kebun kopi yang dikenal dengan nama KAPLING atau Kopi Asli Petaling ini telah dikembangkan sejak 2012 dan terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Pengelola KAPLING, Sumardi, mengatakan kopi yang dibudidayakan merupakan jenis robusta dengan bibit awal yang didatangkan dari Bengkulu.

Meski berasal dari luar daerah, kopi tersebut telah lama dibudidayakan di Petaling sehingga menjadi bagian dari kopi lokal Bangka.

“Kita tanam sejak 2012-2013, sudah sekitar 13 sampai 14 tahun. Jenis yang kita kembangkan kopi robusta. Bibit awal dari Bengkulu, kita tanam di sini, jadi kopi lokal. Namanya KAPLING, Kopi Asli Petaling,” ujarnya kepada jurnalindonesia.co, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Sumardi, pengembangan kopi dilakukan karena melihat potensi yang dimiliki Bangka Belitung.

Selain mengelola kebun sendiri, Sumardi juga mendorong masyarakat untuk ikut membudidayakan kopi dengan menyiapkan pasar bagi hasil panen petani.

“Kalau masyarakat mau tanam kopi, kita siapkan pasarnya,” katanya.

Saat ini luas lahan kopi yang dikelola mencapai sekitar 78 hektare dan masih terus bertambah.

Pada tahun ini, areal tanam kembali diperluas sekitar tiga hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi.

Selain itu, terdapat tambahan lahan sekitar 26 hektare yang masih dalam tahap pengembangan.

Dalam satu hektare lahan, rata-rata dapat ditanami sekitar 2.000 batang kopi.

Fokus pengelolaan saat ini tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pengembangan budidaya kopi oleh para petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses