JURNALINDONESIA.CO — Pemerintah memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 terus berjalan pada Juni 2026.
Masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan dengan besaran mencapai Rp600.000.
Pencairan pada bulan Juni ini merupakan bagian dari penyaluran Tahap 2 yang berlangsung sepanjang April, Mei, dan Juni 2026.
Program ini didanai oleh anggaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) tahun 2026 yang dialokasikan sebesar Rp508,2 triliun.
Ratusan Ribu KPM Baru Masuk Daftar Penerima
Pada penyaluran Tahap 2 ini, pemerintah memasukkan lebih dari 470.000 KPM baru.
Penambahan ini merujuk pada pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Untuk triwulan kedua ini ada lebih dari 470.000 KPM baru yang mendapatkan bantuan, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatinkesos), sebanyak 475.821 keluarga baru ditetapkan sebagai penerima bansos PKH dan Program Sembako Triwulan II-2026.
Jumlah ini masuk untuk menggantikan penerima sebelumnya yang dinyatakan sudah naik kelas (sejahtera), meninggal dunia, atau terdeteksi sebagai ASN, TNI, Polri, serta anggota legislatif beserta keluarganya.
Dua Skema Penyaluran dan Uji Coba Digitalisasi
Pemerintah menerapkan dua skema untuk menyalurkan bansos agar berjalan lancar:













