PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pangkalpinang, Juhaini, menegaskan pentingnya data statistik sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.
Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Mei 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang di Kantor BPS Kota Pangkalpinang, Selasa (2/6/2026).
Juhaini mengatakan pemerintah saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi baik yang bersifat global maupun nasional.
Ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, perubahan cuaca dan iklim, serta dinamika pasar menuntut pemerintah untuk terus responsif dan adaptif dalam menyusun kebijakan.
“Di tingkat daerah, kita juga menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga. Oleh karena itu, data statistik menjadi instrumen yang sangat penting untuk membaca kondisi riil di lapangan dan menentukan langkah yang tepat,” ujar Juhaini.
Menurut Juhaini, informasi yang dirilis BPS tidak hanya menggambarkan kondisi ekonomi terkini di Kota Pangkalpinang, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam merumuskan berbagai program pembangunan yang lebih efektif.
“Perkembangan inflasi, pergerakan harga barang dan jasa, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang disajikan dalam data statistik memberikan gambaran nyata kondisi ekonomi daerah. Data tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui berbagai langkah strategis.
Upaya tersebut antara lain pengendalian inflasi, penguatan pasokan dan distribusi pangan, serta dukungan kepada pelaku usaha dan UMKM agar tetap produktif dan memiliki daya saing.













