JURNALINDONESIA.CO – Berbicara, presentasi, atau sekadar tampil di hadapan banyak orang sering kali menjadi momen yang mendebarkan.
Jantung berdegup kencang, telapak tangan berkeringat, hingga mendadak lupa apa yang ingin disampaikan—alias blank—adalah hal yang sangat wajar dialami oleh siapa saja.
Kondisi ini sering kita sebut sebagai “demam panggung” atau glossophobia.
Secara psikologis, gugup adalah respons alami tubuh saat menghadapi tekanan.
Namun, jika dibiarkan, rasa gugup bisa merusak persiapan matang yang sudah kita lakukan.
Bagi seorang muslim, selain melakukan persiapan teknis seperti latihan dan menguasai materi, ada satu senjata spiritual yang sangat ampuh untuk menenangkan hati yang bergemuruh: berdoa.
Salah satu doa yang paling mustajab dan sering diamalkan saat menghadapi banyak orang adalah Doa Nabi Musa AS.
Doa Nabi Musa AS: Memohon Kelancaran Lisan
Menariknya, rasa gugup dan tidak percaya diri ternyata juga pernah dialami oleh seorang nabi utusan Allah.
Ketika Nabi Musa AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghadap dan berdakwah kepada Raja Firaun—seorang penguasa yang sangat kejam dan diktator—Nabi Musa merasa gentar.
Beliau merasa lidahnya kaku dan khawatir pesannya tidak tersampaikan dengan baik.
Di momen penuh tekanan itulah, Nabi Musa memanjatkan doa yang abadi di dalam Al-Qur’an (QS. Thaha: 25-28):
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Bacaan Latin:
Robbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqohuu qoulii.
Artinya:











