banner 728x90

BPS Pangkalpinang Latih 192 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Avatar
Pembukaan Pelatihan Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di SUN Hotel Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026). Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menggelar Pembukaan Pelatihan Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di SUN Hotel Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 192 petugas yang akan bertugas melakukan pendataan usaha di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman seluruh petugas terkait konsep, definisi, dan standar pendataan yang akan diterapkan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Petugas yang turun ke lapangan harus memiliki konsep dan definisi yang seragam, sehingga saat melakukan pendataan mereka mempunyai standar yang sama sesuai dengan yang diinginkan oleh BPS,” ujar Dewi.

Menurutnya, dalam pelatihan tersebut para petugas dibekali pemahaman mengenai batasan unit usaha atau establishment yang menjadi objek pendataan.

Pendataan yang dilakukan petugas lapangan mencakup usaha mikro, kecil, hingga menengah.

Sementara itu, untuk usaha besar akan ditangani oleh petugas khusus dari BPS.

Dewi menjelaskan, koordinasi dan komunikasi dengan pelaku usaha besar telah dilakukan sebelumnya sehingga proses pendataannya akan dilaksanakan melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

Ia mengakui pelaksanaan sensus di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik masyarakat yang beragam dan tingkat kesibukan pelaku usaha yang berbeda-beda.

“Seluruh pelaku usaha akan menjadi sasaran pendataan. Bisa jadi saat petugas datang, responden sedang memiliki aktivitas lain. Karena itu kami membutuhkan petugas yang memiliki mental kuat, etika yang baik, serta tetap profesional ketika menghadapi penolakan dari masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses