banner 728x90

Dukung SE 2026, BPS Pangkalpinang Gelar Forum Jurnalis Sensus Ekonomi

Avatar
Forum Jurnalis Sensus Ekonomi BPS Pangkalpinang dukung SE 2026. Foto: JI/Mita
banner 468x60

PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Salah satunya melalui kegiatan Forum Jurnalis Sensus Ekonomi 2026 yang digelar untuk memberikan pemahaman kepada insan pers terkait pentingnya pelaksanaan sensus tersebut.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data yang komprehensif sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional, sekaligus menggambarkan struktur perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

“Sensus Ekonomi 2026 akan memotret karakteristik usaha berdasarkan skala usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar. Data ini sangat penting untuk melihat struktur ekonomi dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” kata Dewi dalam kegiatan Forum Jurnalis Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, hasil sensus nantinya juga akan menunjukkan kontribusi dan karakteristik masing-masing kelompok usaha.

Meski jumlah UMKM mendominasi dan mencapai sekitar 90 persen dari total unit usaha, produktivitas usaha besar masih memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian.

“Melalui sensus ini, berbagai informasi terkait kondisi dunia usaha dapat tergambar secara lebih lengkap dan akurat,” ujarnya.

Selain itu, BPS juga berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menangkap berbagai perubahan yang terjadi dalam perekonomian, termasuk perkembangan dan transformasi ekonomi digital yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Dewi menjelaskan, pelaksanaan sensus kali ini akan memanfaatkan teknologi digital melalui metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Dengan sistem tersebut, data hasil wawancara dapat langsung masuk ke server BPS secara real time.

“Data yang masuk dapat dipantau secara langsung sehingga proses pengolahan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Kita juga dapat melihat profil usaha, kebutuhan pelaku usaha, hingga peluang kolaborasi yang dapat mendukung terciptanya iklim usaha yang lebih sehat,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kota Pangkalpinang telah menyiapkan sebanyak 192 petugas yang terdiri dari 23 pengawas dan 167 petugas pendataan lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses