PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Aroma opor ayam dan gema takbir yang bersahut-sahutan di luar sana, biasanya menjadi menu utama perayaan Idul Adha di tengah keluarga.
Namun, bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, kerinduan akan momen itu tentu terasa dua kali lipat lebih menyesakkan dada.
Kamis pagi (28/5/2026), suasana di Lapas Narkotika Pangkalpinang tampak berbeda.
Hari itu, pihak Lapas sengaja membuka pintu lebar-lebar—bukan untuk membebaskan, melainkan untuk menyatukan kembali rindu yang sempat berjarak melalui Layanan Kunjungan Khusus Idul Adha 1447 H.
Pelukan yang Membasuh Rindu
Satu per satu keluarga berjalan masuk.
Di dalam ruang kunjungan, waktu seolah berhenti ketika sepasang tangan yang lama tak bersentuhan, akhirnya kembali bertautan.
Air mata haru tak bendung menetes saat pelukan hangat mendarat di bahu para warga binaan.
Bagi mereka, kesempatan bertatap muka, saling memohon maaf, dan menatap mata orang-orang tercinta di hari raya adalah berkah yang tak ternilai harganya.
“Kami membuka layanan kunjungan khusus Hari Raya Idul Adha ini selama dua hari, dari tanggal 28 hingga 29 Mei 2026, mulai pukul 08.30 sampai 16.00 WIB. Ini adalah bentuk pemenuhan hak warga binaan untuk tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga,” ujar Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi.
Bagi Novriadi dan jajarannya, layanan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah jembatan kemanusiaan.
Hangat tapi Tetap Siaga
Di balik suasana penuh keharuan tersebut, profesionalisme tetap menjadi garda utama.













