PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Suara takbir berkumandang sahut-menyahut, memecah kesunyian pagi di balik dinding-dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Rabu (27/5/2026).
Hari itu, suasana berbeda begitu terasa di Masjid Darut Taubah.
Tidak ada sekat antara petugas dan warga binaan; semua lebur dalam saf yang rapat, bersujud bersama merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Mengenakan pakaian terbaik mereka, ratusan warga binaan tampak khusyuk mengikuti jalannya Sholat Ied.
Di antara barisan jemaah, hadir pula Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, yang membaur bersama jajarannya.
Pagi itu bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan momen refleksi mendalam bagi mereka yang sedang berproses menjemput masa depan yang lebih baik.
“Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan keimanan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan,” ujar Novriadi hangat.
Ia menatap barisan warga binaannya dengan penuh harapan.
“Kami ingin mereka memanfaatkan masa pembinaan ini sebagai proses emas untuk memperbaiki diri.”
Belajar Ikhlas dari Kisah Nabi Ibrahim













