banner 728x90
Daerah  

Babel Kehilangan 240 Ribu Hektare Hutan Mangrove, WALHI Deklarasikan Aliansi Andalas!

Avatar
WALHI se-Sumatera resmi mendeklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas). Foto: Walhi
banner 468x60

PEKANBARU, JURNALINDONESIA.CO – Menghadapi kehancuran lingkungan yang kian masif, sembilan Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) se-Sumatera resmi mendeklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas).

Deklarasi yang digelar di Pekanbaru pada 24–25 Mei 2026 ini menjadi pukulan genderang perang terhadap eksploitasi berlebihan dan krisis iklim yang mengancam ruang hidup masyarakat.

Aliansi Andalas dibentuk sebagai respons kolektif atas kondisi ekologis Pulau Sumatra yang telah mencapai titik kritis.

Hutan, sungai, pesisir, gambut, dan lahan masyarakat terus mengalami degradasi parah dari ujung Aceh hingga Lampung.

Berdasarkan data WALHI, bencana ekologis seperti banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan, hingga abrasi pesisir bukan lagi sekadar ancaman, melainkan realitas fatal yang terus menelan korban jiwa dan merampas hak agraria masyarakat adat serta komunitas lokal.

“Sekitar 5 juta masyarakat miskin di Sumatra kini menjadi kelompok paling rentan dan terdampak langsung dari krisis ini,” tulis WALHI dalam pernyataan resminya, Selasa (26/5/2026).

Dampak kehancuran ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga memicu kemiskinan struktural yang mendalam melalui:

Kehilangan Nyawa dan Tempat Tinggal: Korban jiwa berjatuhan akibat bencana alam yang dipicu kerusakan lingkungan, diperparah oleh maraknya penggusuran lahan.

Ancaman Kelaparan: Petani dan nelayan kehilangan mata pencaharian akibat gagal panen berulang, rusaknya lahan pertanian, dan intrusi air laut.

Krisis Kesehatan: Pasca-bencana, jutaan warga kesulitan mengakses air bersih dan dihantui penyakit endemik seperti ISPA, diare, dan malaria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses