banner 728x90

Inilah Amalan Jelang Hari Raya Idul Adha yang Sayang Ditinggalkan

Ilustrasi berdoa. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan salih.

Bulan Zulhijah—khususnya 10 hari pertama—merupakan salah satu waktu yang paling dicintai Allah SWT untuk beribadah, bahkan pahalanya disebut mampu menandingi jihad.

Berikut adalah beberapa amalan utama yang bisa dilakukan menjelang Idul Adha:

1. Puasa Sunah (1–9 Zulhijah)

Umat Muslim sangat dianjurkan berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Zulhijah.

Dari sembilan hari tersebut, ada dua puasa yang paling utama dan sangat ditekankan:

Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah): Dilaksanakan dua hari sebelum Idul Adha.

Puasa Arafah (9 Zulhijah): Dilaksanakan sehari sebelum Idul Adha (saat jemaah haji sedang wukuf di Arafah).

Keutamaan puasa Arafah ini luar biasa, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).

2. Memperbanyak Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Sejak memasuki tanggal 1 Zulhijah, kita disunahkan untuk memperbanyak zikir, terutama mengagungkan nama Allah.

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal salih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad)

Khusus untuk takbir, ada dua jenis yang perlu diketahui:

Takbir Mursalan: Dimulai dari awal bulan Zulhijah hingga malam Idul Adha (bebas dilakukan kapan saja dan di mana saja).

Takbir Muqayyad: Takbir yang dibaca setiap selesai salat fardu. Ini dimulai sejak subuh hari Arafah (9 Zulhijah) hingga waktu asar di hari Tasyrik terakhir (13 Zulhijah).

3. Tidak Memotong Rambut dan Kuku (Bagi yang Berkurban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses